11 comments on “Lagi-lagi Gambar keprihatinan akibat kefanatikan

  1. waduh waduh, nggak ikut ikutan ane

    info buat blogger yang mencari backlink dofollow dan pengunjung promosikan aja blognya di
    sekilasinfo.net, mudah2an bermanfaat bagi seluruh blogger dan pembaca di tanah air

    trims

  2. Ini yang nulis asli OTAKNYA JONGKOK!!! emangny di Indonesia makam di bagus2in dan dipuja2…Musyrik!!! lagian ajaran Nabi juga ga ada tuh yang menganjurkan menghias membangun makam…menghormati sahabat itu bukan memuja dan membangun makamnya tapi MENCONTOH PERILKAU DAN AKHLAK MEREKA JUGA MENJALANKAN SUNNAH ROSUL TANPA BID’AH.

  3. Orang2 yg berpikiran seperti andalah yg di bisa dicap sebagai musuh allah, berbicara asal cuap tanpa memikirkan sebab akibatnya . Ingat ucapan anda akan Allah minta pertanggung jawabanannya. Anda tau siapa wahabi-salafy kenali mereka baru anda berbicara. Anda secara tdk sadar menghina rosulullah dan para sahabatnya. Jika anda muslim segera tarik ucapan anda atau lebih baik diam karena akan lebih selamat. Seharusnya anda sadar bencana terjadi di mana2 karena syirik dan maksiat. Bertobatlah sebelum Allah hancurkan bumi ini.

  4. ya iyalah lu membela agama dengan kekerasan siihh.. coba dengan cinta kasih pasti orang lebih respek.. eh tp ga bisa ding y. kan udah ajaran islam mesti perang dan bunuh orang.. y kn? lagian ngapain juga agama dibelain, mang agama lu lemah y?

  5. tunjukkan kepada kami mana dalil quran wan sunnah yang mengatakan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya.” ???

    Hanya perkataan peninggalan penjajah inggris yang bisa mengatakan Wahaby-Salafy. Andai antum tahu tidak mungkin antum berani menulis/ menukil berita/ gambar ini. Tahukah Antum asal usul Wahaby-Salafy??????? pasti antum hanya MMMMMBEBEK SAJA.

    HATI-HATI BERBICARA TANPA DI DASARI ILMU… HATI-HATI…..HATI-HATI…. AL ILMU QOBLA QOULUL WA AMAL (Berilmu sebelum Berkata dan Beramal)

    labaas ana yakin antum bodoh… makanya berani menulis berita seperti ini… HATI-HATI AKHI.. WAALLAHU’ALAM ..

  6. sebelum saya mengomentari artikel anda, saya mau bertanya apakah agama anda apa betul islam? dan apakah anda mengakui nabi muhammad itu nabi umat islam? seperti ini jika agama selalu di pandang dari sisi akal bukan wahyu. hanya berslogan pahlawan dan penghormatan berani menghina dan menolak perkataan nabi. tahukah anda siapa yang anda maksud wahabi-salafy,begitu dengkikah anda terhadap mereka? hanya merekalah yang mempunyai komitmen menjaga agama islam melalui sunnah-sunnah-Nya.
    semoga jawaban di bawah ini menjadi renungan buat anda.

    Larangan Meninggikan Kuburan

    Dari Abu Al-Hayyaj Al-Asadi dia berkata: Ali bin Abu Thalib berkata kepadaku:
    أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ
    “Maukah kamu aku utus sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutusku? Hendaklah kamu jangan meninggalkan gambar-gambar kecuali kamu hapus dan jangan pula kamu meninggalkan kuburan kecuali kamu ratakan.” (HR. Muslim no. 969)
    Fadhalah bin Ubaid radhiallahu anhu berkata:
    سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ بِتَسْوِيَتِهَا
    “Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya (kuburan).” (HR. Muslim no. 968)
    Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma dia berkata:
    نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.” (HR. Muslim no. 970)

    Penjelasan ringkas:
    Fitnah kubur termasuk dari fitnah terbesar yang pernah menimpa umat ini, bagaimana tidak padahal fitnah kubur ini telah menyesatkan banyak manusia sejak dari zaman dahulu sampai zaman sekarang. Setan membuat indah dan baik di mata mereka perbuatan menghiasi kubur, mengangungkannya, meninggikannya, dan membangun bangunan (makam/masjid) di atasnya, sampai pada akhirnya mereka menyembah jenazah yang dikubur di dalamnya. Karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakan kuburan dan tidak meninggikannya serta mewasiatkan para sahabatnya untuk melakukan hal serupa. Larangan meninggikan ini baik berupa mengapuri (mengecat) dan membangun kuburan itu sendiri, maupun meninggikannya dengan cara membangun bangunan atau masjid di atasnya. Semuanya merupakan amalan yang tercela dan merupakan amalan orang-orang Yahudi dan Nashrani terdahulu.

    Di sisi lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang kita untuk menghinakan kubur, Karenanya beliau melarang untuk duduk di atas apalagi menginjaknya karena itu merupakan perbuatan mengganggu jenazah yang ada di dalamnya. Dan karenanya pula disebutkan dalam hadits Jabir dengan sanad yang hasan akan dibolehkannya meninggikan kuburan maksimal sejengkal, jika dikhawatirkan dia bisa terinjak atau dihinakan karena tidak diketahui kalau di situ adalah kuburan. Wallahu A’lam.

Comments are closed.